October 29, 2014

“Iles des Rêves” : Melintasi Pulau-pulau Impian

Minggu, 28 September 2014, di gedung pertunjukkan CCVA Villeurbanne, warga Lyon terkesima oleh alunan musik kolintang yang mengiringi berbagai tarian tradisional Indonesia. Sore itu, para penonton, baik para pelajar Indonesia maupun warga Perancis, diajak untuk berkunjung ke pulau-pulau impian, melintasi nusantara, melalui pementasan “Iles des Rêves”.

“Iles des Rêves” merupakan pentas kebudayaan yang diselenggarakan PPI Lyon bekerja sama dengan Yayasan Bina Kreativitas Anak Bangsa. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara misi kebudayaan yang bertajuk “Cultural Journey to Indonesian Islands”. Yayasan Bina Lyon merupakan kota kelima yang disambangi setelah Delft, Eindhoven, Paris, dan Nancy.




Sebelumnya, pada 19 April 2014, PPI Lyon telah mengadakan acara tahunan Soirée Culturelle Indonésienne, dengan sajian utama teater historikal Indonesia. Namun, acara kali ini mengusung konsep yang agak berbeda. Tidak hanya mengenalkan Indonesia, melalui acara “Iles des Rêves”, PPI Lyon mengajak warga Perancis untuk menjelajahi aneka keragaman budaya Indonesia, bersama-sama dengan warga Indonesia yang tinggal di Lyon.


Tari Rancak Bana oleh Sanggar Ananda


Acara dibuka dengan Tari Rancak Bana yang merupakan kombinasi antara tarian Minangkabau dengan seni pencak silat. Grup musik kolintang Kawanua mencuri perhatian dengan memadukan lagu tradisional dengan lagu barat Can’t Take My Eyes Off of You. Sambutan meriah pun kian terasa ketika para penonton memberikan standing applause ketika grup musik HiVi, yang digawangi empat pemuda Indonesia, membawakan lagu legendaris La Vie en Rose dengan harmonisasi yang sangat apik dengan musik kolintang.


Grup musik kolintang Kawanua

Penampilan Sanggar Ananda






Suguhan utama di acara ini adalah tarian tradisional dari Sanggar Ananda Kawula Muda yang dibina oleh Aditya Gumay, grup musik Kolintang Kawanua, serta grup akustik HiVi. Rangkaian pertunjukan dikemas dengan dinamis dan apik, dengan memadukan kolaborasi antara ketiga grup dan juga penampilan setiap grup secara terpisah.

Berbagai seni kebudayaan yang disajikan antara lain Tari Genjring Nusantara yang diiringi kolintang, Tari Gong Enggang dari Kalimantan Timur diiringi kolintang dan lagi Cik-cik Periuk yang dibawakan HiVi. Lagu tradisional dari Sabang hingga Merauke pun juga ditampilkan lewat paduan apik HiVi dengan kolintang yang membawakan lagu Sik-sik Sibatumanikam, Sajojo, Ayo Mama, dan Hujan Gerimis Aje. Tak lupa, sebagai grup music anak muda, HiVi juga tampil membawakan lagu mereka untuk memperkenalkan musik akustik kontemporer yang digandrungi anak muda Indonesia.

Di penutup pagelaran, seluruh penampil berkolaborasi membawakan lagu dan tarian “Inilah Indonesia”, yang memadukan parade baju adat, tarian tradisional, serta lagu kreasi untuk menunjukkan betapa beragam dan berwarnanya budaya Indonesia. Gong acara yang meriah berhasil mengundang decak kagum penonton.


Grup HiVi bersama Grup musik Kolintang Kawanua

Dea dan Ilham dari grup musik HiVi

Ezra dari Grup Musik HiVi

Camille, salah satu pengunjung yang datang, mengungkapkan kekagumannya akan budaya Indonesia. C’est très super, le spectacle! J’aime bien la festivité de la culture Indonésienne, surtout les danses et les tenues traditionnels, ce sont magnifiques“, katanya sambil menambahkan bahwa ia sangat ingin berkunjung ke Indonesia.

Bapak Ashariyadi, wakil Dubes RI yang datang sebagai tamu undangan, juga menyampaikan penghargaannya, khususnya pada PPI Lyon. “Luar biasa sekali komitmen PPI Lyon untuk mengenalkan budaya Indonesia ya, karena kegiatan budaya Indonesia di sini terasa paling hidup dibanding kota-kota lain“.


Foto Sanggar Ananda bersama Bapak Wakil Duta Besar RI dan istri.

Rasanya penilaian Bapak Hari tak berlebihan mengingat dari tahun ke tahun, PPI Lyon telah aktif dan rutin menyelenggarakan acara kebudayaan Indonesia, dan juga turut berpartisipasi di acara resmi kota Lyon untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Bagi PPI Lyon, adalah sebuah kebanggaan untuk membawa sebanyak-banyaknya warga Lyon berkunjung ke pulau-pulai impian, menjelejahi keragaman budaya nusantara.


HiVi bersama beberapa panitia Îles des Rêves 2014





October 16, 2014

Une nouvelle saison, une nouvelle direction!




Sehubungan dengan berakhirnya periode kepengurusan PPI Lyon 2013-2014, Bamus mengadakan pemilihan kepengurusan periode yang baru, yaitu: ketua, wakil (fakultatif), sekretaris, bendahara dan bamus. Untuk itu, diskusi dan presentasi pertanggung jawaban dilaksanakan di markas besar PPI Lyon: 4 Rue Victor Jara 69100 Villeurbanne, pada tanggal 18 Oktober 2014 pada pukul 10 pagi.

Vu que la période du conseil de l'association des étudiants indonésiens (PPI Lyon) de 2013-2014 est bientôt finie, le représentatif de conseil a organisé une élection pour la nouvelle direction de l'association: le président, le vice-président (facultatif), le secrétaire, le trésorier et aussi le représentatif. Pour cela, une réunion s'est déroulé au siège de PPI Lyon: 4 Rue Victor Jara 69100 Villeurbanne, le 18 Octobre 2014 à 10h.

Dari rapat ini, Reyner terpilih sebagai Ketua PPI Lyon 2014/205 dan Btari Kesumanegoro sebagai Bamus PPI Lyon.


September 28, 2014

FORUM DES LANGUES DU MONDE 2014

Forum des Langues du Monde adalah event yang memberikan jalan kepada masyarakat sekitar (non-Indonesian) untuk lebih mengenal bahasa Indonesia. Acara ini bertujuan juga untuk menjelaskan asal-usul bahasa Indonesia dan menghubungkannya dengan sejarah Prancis agar masyarakat disini lebih mendapatkan pandangan dan lebih mengerti.

Disini kami membuka 1 stand yang berisi buku-buku cerita dalam bahasa Indonesia, kamus Indonesia - Prancis, buku konjugasi dan alat-alat pendukung lainnya untuk memfasilitasi dan mempermudah warga asing untuk lebih mudah memahami dan mengenal bahasa Indonesia.

Kami juga mengenalkan aksara-aksara tradisional (Jawa dan Lampung)

Selain itu, kami menyediakan 'degustation' atau sajian makanan kecil berupa kue pandan sebagai alat untuk menarik pengunjung ke stand kami.

Dari segi dekorasi, kami menggunakan pajangan-pajangan khas Indonesia; kain-kain tradisional, wayang-wayangan, bendera, aksara jawa, lampung dan peta Indonesia. 

Annisa dan Arie di booth bahasa indonesia.

Arie dan Reyhan sedang menjelaskan kepada seorang pengunjung.

Citra menari Tari Cendrawasih

Aulia dan Arie berfoto bersama pengujung yang berasal dari Hungaria.

Beberapa anggota PPI Lyon berfoto didepan booth Indonesia.


Diskusi antara pengunjung dan penjaga stand

September 01, 2014

ÎLES DES RÊVES [À VENIR]





Un événement culturel organisé par l'Association des Étudiants Indonésiens de Lyon en partenariat avec une fondation artistique indonésienne, Yayasan Bina Kreativitas Anak Bangsa. Ici, on vous introduit la richesse de la culture indonésienne à travers le spectacle des différents danses et chansons traditionnelles qui viennent des différents parties de l'Indonésie et aussi, une performance par le group musical indonésien, HiVi.

Date: Dimanche, 28 Août 2014

Horaires: 15h-17h

Lieu: 
Centre Culturel et de la Vie Associative 
234 cours Emile Zola
69120 Villeurbanne
Metro A - Flachet

Tarif:
5€ pour enfant
7€ pour étudiant
10€ plein tarif

À Bientôt! :D

https://www.facebook.com/events/265968073597896/?ref_dashboard_filter=upcoming

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelajar Indonesia di luar negeri tidak hanya memiliki tanggung jawab akademik saja, namun juga menjadi duta bangsa di tempat dia menuntut ilmu. Pelajar Indonesia di Lyon melalui PPI Lyon turut ambil bagian dalam hal mempromosikan dan mengenalkan seni dan budaya. Hal ini dilakukan dengan berpartisipasi di berbagai acara budaya yang diselenggarakan pemerintah kota Lyon, asosiasi lain, maupun yang digagas mandiri.

Pada kesempatan ini, Yayasan Bina Kreativitas Anak Bangsa merupakan sebuah yayasan yang bergerak dalam membina kreativitas pemuda-pemudi indonesia. Yayasan yang bekerja sama dengan Kemenpora dan intansi lainnya berniat mengadakan sebuah pertunjukan seni musik dan tari ke beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Perancis. Tur ini bertujuan mempromosikan alat musik kolingtang (melalui grup musik kolintang) , beberapa tarian daerah, dan grup musik HiVi. 

Tanggal : Minggu, 28 Agustus 2014

Waktu : Pukul 15.00 - 17.00 

Tempat :
Centre Culturel et de la Vie Associative 
234 cours Emile Zola 
69120 Villeurbanne
Metro A - Flachet





Tarif: 
5€ untuk anak
7€ untuk pelajar
10€ untuk umum

Sampai Jumpa! :D



Mencari Tempat Tinggal (Logement) di Lyon



Mencari tempat tinggal adalah kunci utama untuk tinggal di Perancis. Hampir semua administrasi mensyaratkan attestation d’habitation atau bukti tempat tinggal tetap karena selain semua hal penting dan personal biasanya dikirimkan lewat surat. Selain itu, tempat tinggal tetap juga menjadi jaminan bahawa kita tidak datang ke Perancis dan terlantar tanpa tempat tinggal.


Biasanya dalam pikiran kita selalu terbayangkan bahwa mencari tempat tinggal di Perancis adalah hal yang sulit dan penuh dengan administrasi yang compliqué. Terlebih di kota besar dan kota-kota pelajar seperti Paris, Lyon, Marseille, Toulouse, dll dan apalagi di waktu-waktu rentrée antara bulan Juli-September, mencari logement seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Sebenarnya, realitanya seringkali tidak semengerikan yang dibayangkan. Kuncinya adalah persiapan yang matang dan terbuka terhadap berbagai pilihan. Selain itu, ada baiknya jika di awal-awal kedatangan, kita bisa mencari logement sementara untuk 1-3 bulan pertama seperti logement chez l’habitant ou la famille d’accueil.

Berikut beberapa pilihan dan alternatif tempat tinggal di Lyon :

1.       LOGEMENT ÉTUDIANT


Logement étudiant atau student residence adalah tempat tinggal yang dikhususkan untuk para pelajar dan mahasiswa. Pilihan ini adalah yang paling umum dituju karena beberapa keuntungan yaitu tidak membutuhkan garant (penjamin dari orang Perancis).

Terdapat dua tipe student residence yaitu residence publique (umumnya dikelola CROUS atau Cité Universitaire) dan residence privée (dikelola oleh swasta)

·         CROUS dan Cité Universitaire


CROUS merupakan badan milik pemerintah Perancis yang bertugas mengelola asrama / apartemen bagi para mahasiswa. Kamar CROUS biasanya berukuran antara 9 – 12 m2, namun CROUS juga menawarkan studio (T1 atau T2) namun dengan harga yang relatif tinggi. Detail mengenai kamar dan tarif CROUS di Lyon dapat dilihat melalui link berikut : CROUS Lyon et Saint-Etienne.

Bagaimana cara memperoleh tempat tinggal di CROUS ?
-          Untuk mahasiswa dengan status BGF (Bourse de Gouvernement Français), pengurusan dilakukan dengan mengontak Campus France Régional Lyon. Di awal kedatangan, biasanya pihak Campus France akan menghubungi apakah kita membutuhkan bantuan untuk mencari logement atau tidak, dan mereka yang akan menempatkan kita di CROUS atau cité universitaire.
-          Untuk mahasiswa individual non BGF, pendaftaran ke CROUS dapat dilakukan dengan mengumpulkan DSE (Dossier Social Étudiant) selama periode 15 Januari – 30 April setiap tahunnya. Tidak hanya mendaftar logement, kita juga dapat mendaftar bantuan biaya pendidikan melalui pengumpulan DSE ke CROUS

·         Résidence Étudiant Privée

Sesuai namanya, apartemen mahasiswa ini dikelola oleh pihak swasta. Oleh karenanya, umumnya tarif yang dikenakan lebih mahal (antara 400-600 EUR untuk studio atau T1) ditambah kewajiban membayar frais d’inscription atau biaya pendaftaran yang besarannya 1x biaya sewa.

Namun, résidence étudiant privée umumnya menawarkan proses administrasi yang lebih simpel dan cepat (datang, isi formulir, pembayaran, tanda tangan kontrak, dan serah terima kunci). Di Lyon, ada beberapa pilihan résidence étudiant yang sering ditinggali para pelajar dari Indonesia yang dapat diakses melalui situs berikut :






2.       APPARTEMENT PRIVÉE

Bagi pelajar dan mahasiswa, menyewa apartemen sendiri melalui propriètere langsung memiliki beberapa keuntungan dan tantangan tersendiri. Keuntungannya antara lain dapat mencari apartemen sesuai yang diharapkan dengan harga yang masih terjangkau dan tanpa perlu membayar frais d’inscription.

 Apalagi jika menyewa apartemen particuliers yang disewakan tanpa agen. Di sisi lain, tantangan utamanya adalah apartemen tipe ini umumnya mewajibkan adanya garant orang Perancis. Tetapi, tenang saja, tidak semua propriètere mengharuskan adanya garant, terlebih jika kita dapat menunjukkan justificatifs de ressource yang rutin.

Selain itu, di Lyon, terdapat juga apartemen publik yang dikelola pemerintah regional sepeti OPAC du Rhone. Pilihan ini umumnya diambil oleh para mahasiswa yang membawa serta keluarga.

Berbagai pilihan apartemen dapat dicari melalui situs berikut :
http://www.crijrhonealpes.fr/france/LOGEMENT/annonce/Logement.html/typeid-2  (situs dari Pemerintah Regional Rhône-Alpes yang menawarkan logement pour étudiant chez particuliers sans frais d’inscription)
http://www.opacdurhone.fr/cms  (Situs pemerintah departemen Rhône untuk apartemen publik)

 
3.       LOGEMENT CHEZ L'HABITANT

Logement tipe ini artinya adalah tinggal di rumah penduduk Perancis atau kurang lebih seperti tinggal dengan host family atau famille d’accueil  di mana kita menyewa salah satu kamar di rumah / tempat tinggal mereka. Ukuran kamar yang diperbolehkan untuk disewakan antara 9-18m2 dengan fasilitas dapur dan kamar mandi bersama (sharing dengan tuan rumah). 

Keuntungan tempat tinggal ini antara lain administrasi yang umumnya jauh lebih praktis, tidak perlu mengeluarkan biaya installement, biaya listrik, air, dan internet yang lebih hemat. Selain itu, tinggal bersama keluarga Perancis memungkinkan kita untuk lebih cepat beradaptasi dengan Bahasa dan budaya Perancis.

Di sisi lain, perlu dipikirkan juga mengenai kebebasan kita dan penyesuaian dengan adat dan budaya yang berbeda. Logement tipe ini umumnya dapat dijadikan solusi tempat tinggal sementara di awal kedatangan kita di Perancis.

Logement tipe ini dapat dicari melalui situs-situs berikut:





4.       LOGEMENT INTERGÉNÉRATIONNEL

Logement intergénérationnel adalah salah satu proyek sosial yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa mencari logement sekaligus menjembatani hubungan antargenerasi antara yang muda dan yang lanjut usia. Konsepnya adalah membuka akses bagi mahasiswa untuk dapat tinggal bersama dengan para senior (55 tahun ke atas). 

Pilihan ini merupakan salah satu alternatef baru yang belum banyak dilirik oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Namun, berdasarkan referensi dan testimoni di internet, banyak yang berpendapat bahwa tinggal di rumah para lansia dapat membawa keuntungan tersendiri seperti lebih murah, lebih terfasilitasi, serta meenjadi salah satu aktivitas sosial yang bermanfaat.

Bagi yang tertarik tinggal di logement intergénérationnel, dapat mencari informasi lebih lanjut melalui:






5.       LOGEMENT COLOCATION

Artinya adalah sharing apartement. Artinya, kita dapat tinggal bersama dengan beberapa orang dalam satu apartemen. Khusus untuk mahasiswa Indonesia di Lyon, terdapat satu rumah yang disewa oleh 5-6 orang mahasiswa Indonesia yang disebut dengan ‘VJ’ atau biasa kami sebut sebagai ‘Markas PPI Lyon’. Penghuni VJ biasanya berganti setiap tahunnya dan akses untuk tinggal di sini dapat dilakukan dengan mengontak salah satu penghuni sebelumnya atau PPI Lyon.

Untuk colocation lainnya, kita dapat mencari lewat beberapa situs ataupun menghubungi pihak universitas (seperti Univ. Lyon 2 dan Univ. Lyon 3 yang menyediakan informasi colocations). Beberapa situs internet yang dapat kita kunjungi antara lain:

http://www.leboncoin.fr/   (situs tidak berbayar)
http://www.appartager.com/  (anda harus membuat akun, namun anda hanya dapat memasukan iklan dan mengirim pesan, untuk mendapat info seperti nomor telepon, anda harus menjadi member premium)




Untuk share apartment, yang paling penting adalah untuk berhati-hati agar tidak mengalami penipuan online. Keuntungannya adalah anda dapat mendapatkan tempat tinggal yang jauh lebih besar dibanding kamar di CROUS serta anda mempunyai housemate yang dapat membantu anda melatih bahasa serta bertukar kebudayaan.

TIPS DAN TRIK MENCARI LOGEMENT DI LYON


1.       Bagi yang mencari tempat tinggal untuk studi, sangat disarankan untuk menghubungi universitas kita terlebih dahulu. Biasanya di setiap universitas terdapat service de relation international  yang dapat membantu mencari tempat tinggal
2.       Siapkan dokumen-dokumen untuk pendaftaran apartemen terlebih dahulu. Umumnya dokumen yang dibutuhkan antara lain:
-       Pièce d'identité ;
-       Relevé d'identité bancaire ;
-       Justificatif des revenus ;
-       Carte étudiante / certificat de scolarité
3.       Jika kita ingin melakukan reservasi tempat tinggal dari Indonesia (sebelum berangkat ke Perancis), jangan sekali-kali melakukan transfer dana apapun sebelum menandatangani kontrak. Tidak disarankan pula mengirim kopian identitas resmi seperti paspor atau visa.
4.       Untuk mahasiswa penerima beasiswa BGF, langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencari logement adalah menghubungi Campus France Régional (Lyon). Umumnya, mereka akan sangat membantu dan bertanggung jawab untuk mencarikan kita tempat tinggal
5.       Mulai tahun 2013, pemerintah Perancis memberikan bantuan Caution Locative Étudiant atau bantuan bagi para pelajar untuk membayar caution atau depot de garantie bagi mereka yang tinggal di résidence étudiant (publik maupun privat). Selebihnya mengenai prosedur pengurusan CLE dapat dilihat dalam link berikut : Caution CLE
6.       Jangan lupa untuk mengurus CAF (bantuan sosial) khususnya untuk bantuan sewa tempat tinggal. Cara mengurus CAF dapat dilihat di link berikut : Cara Mengurus CAF
7.       Jika sampai kedatangan di Lyon ternyata Anda belum juga memperoleh tempat tinggal, disarankan untuk menghubungi PPI Lyon agar dapat dibantu untuk ditampung sementara (3-5 hari) sebelum memperoleh logement.


Sumber:
http://www.lyoncampus.info/Location-et-colocation-en-ville_a1422.html
http://www.crijrhonealpes.fr/france/DT1233255803/page/Se-loger.html

Gambar:
http://www.meltycampus.fr/logement-etudiant-attention-arnaques-galerie-542677-1609017.html 

August 27, 2014

Selesai Studi -- Persiapan Meninggalkan Prancis


Liburan musim panas akan berakhir dalam sepekan mendatang, dan para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di Prancis akan kembali ke Tanah Air ataupun akan pindah kota, seperti kata pepatah diatas, baiknya para mahasiswa menyelesaikan urusannya dengan baik.


Apa sajakah yang harus dilakukan untuk meninggalkan Prancis? Akan kembali ke tanah air selain akan membawa kenangan tentunya harus menyelesaikan beberapa urusan administrasi di Perancis

A. MENINGGALKAN APPARTEMENT / Résiliation du bail de l’appartement

Untuk meninggalkan appartement ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para mahasiswa diantaranya
  1. Melaporkan dan Mengajukan permohonan pindah appartement/ demande de résiliation d’un bail kepada Crous/ Agence Habitat, untuk tahapan ini harus dipelajari peraturan agence nya, karena ada agence yang menentukan bahwa Permohonan harus dikirimkan sekurang-kurangnya H-3 bulan atau 3 bulan sebelum pindah sudah mengirim surat permohonan. Cek pada Bail/ kontraknya misal tertera kalimat yang diatur oleh Undang-undang La Loi dite Borloo : “le locataire a la possibilité de quitter son logement à tout moment (même avant le délai d’un an), sous réserve de donner un préavis de 1 mois à son bailleur.”  Artinya apaprtement dapat ditinggalkan meskipun kurang dari 1 tahun dengan syarat mengajukan permohonan H-1 bulan.  Apabila kita tidak melaporkan apakah kita tidak bisa pindah? BISA, namun kita tetap harus membayar sewa kamar tersebut atau kita bisa mencarikan ganti orang yang menempati kamar kita. Contoh suratnya bisa didownload berikut : Résiliation de bail“la restitution du logement et les visites des personnes qui s’intéresseraient à cet appartement seront organisées” kalimat tersebut perlu dicantumkan agar pihak Agence memberitahu kita ketika ada yang akan visite chambre, jangan sampai kita masih mandi ada yang masuk ke kamar karena setelah kita mengajukan permohonan résiliation pihak Agence berhak untuk melakukan Visite Chambre ketika ada yang berminat. Jadi mulailah menjaga kebersihan dan kerapian kamar.
  2. Melakukan état de lieu, artinya memeriksa kondisi kamar seperti kita pertama kali masuk. Yang perlu dilakukan adalah (1) meminta RDV untuk état de lieu ke Gardien, setelah kita mengirim surat ke Agence, baiknya Gardiennya diberikan tembusan agar bisa tahu kalau kita akan pindah. (2) État de lieu biasanya dilakukan H-1 dari tanggal kepindahan. Bersihkan kamar dan letakkan perabotan seperti saat masuk dahulu. (3) Cocokkan kondisi kamar dengan kondisi yang tertera di bail/ kontrak awal awal.
  3. Uang jaminan/ du dépôt de garantie/ caution , setelah tahap 1 dan 2 kita akan mengembalikan kunci kamar ke Agence dan menerima uang caution yang kita bayarkan dahulu … Kapankah kita akan menerima uangnya? pembayarannya juga tergantung dari aturan agence, bisa H+3 bulan dari kepindahan yang akan ditransfer ke rekening kita. Untuk urusan Bank baca langkah penutupan bank… Apakah kita akan menerima utuh uang caustion? uang yang akan kita terima tergantung dari hasil état de lieu. Artinya jika état de lieu sempurna kita akan menerima utuh uang jaminan. jika terdapat “catatan” kita harus bertanggung jawab, misal (1) berkurang 25€ jika Drap housse pembungkus kasur terkena noda, (2) berkurang 10€ untuk pertiap lobang paku didinding (3) berkurang 100€ jika kamar tidak bersih. Dan memungkinan kita tidak menerima caution bahkan terkena denda tambahan jika kerusakan yang kita timbulkan sangat parah sehingga biaya penggantian dan perbaikannya melebihi Caution kita.

B. PENUTUPAN BANK

Sangat tidak dianjurkan untuk meninggalkan Compte de banque dalam kondisi terbuka karena ketika kita meninggalkan appartement, boite à lettres akan diganti dengan nama penghuni baru, dan surat-surat dari bank akan kembali ke Bank… rekening tak bertuan tersebut dapat ditengarai sebagai modus “pencucian uang”. Untuk penutupan bank dapat dilakukan dengan cara:
  1. Permohonan penutupan langsung / demander la clôture d’un compte/ la résiliation d’un compte bancaire Direct , kita menghubungi conseilleur bank kita untuk membuat RDV dan mengajukan demander la clôture d’un compte. Untuk penutupan secara langsung, pihak bank sudah memiliki format, sehingga kita tinggal tanda tangan saja. Atau bisa dengan surat berikut :
    Penutupan bank langsung
  2. Permohonan penutupan tak langsung / demander la clôture d’un compte indirect, kita akan meminta penutupan rekening bank, namun kita masih ada urusan yang membutuhkan rekening tersebut, misal kita masih punya tagihan atau kita akan menerima transfer uang caution logement (lihat kembali point A.3). Setelah menyerahkan surat permohonan, penutupan tak langsung ini bisa kita lakukan dengan cara penyetopan CB dan suivre penutupan selanjutnya melalui Compte virtuel kita, dengan cara mengirim pesan ke Conseilleur. Berdasarkan pengalaman, kirim-kiriman pesan ke Conseilleur BNP Paribas dan akhirnya berhasil menutup rekening  2 bulan kemudian.  Contoh surat :penutupan bank langsung Penutupan bank Penutupan bank tak langsung
  3. Penarikan sisa uang , uang yang masih ada di bank tersebut dapat ditarik baik secara tunai maupun secara transfer. Ketika secara tunai, seperti pada penutupan langsung, kita tidak akan menerima uang secara langsung karena Agence tidak memiliki uang cash, kita akan diberikan RDV untuk uang tersebut, kita dapat meminta pecahan uang yang kita minta misalnya seluruhnya dalam pecahan 100€. Atau agar simple bisa ditarik dahulu uangnya melalui ATM namun pecahannya tidak dapat ditentukan, sesuai dengan uang yang ada di ATM.
  4. Transfer uang, rekening yang ditutup harus NOL untuk itu sisa saldo dapat ditransfer ke nomor rekening teman, jangan lupa bawa RIB nya atau Transfer ke Indonesia.
  5. Transfer uang ke Indonesia cara transfer uang ke Indonesia, misal LCL dapat dilakukan dengan biaya 16€ setiap kali transfer dengan batas maksimum 16 000 €, uang akan tiba 3-5 hari dan kurs nya sesuai dengan waktu tiba masuk ke rekening.  Data yang dibutuhkan : (1) Bank Identifier Code (BIC)/ SWIFT CODE yakni kode pengenal yang berbeda-beda antar satu bank dengan yang lainnya, misal Bank Mandiri : BMRIIDJA, (2) IBAN (Nomor rekening di Indonesia dengan menambahkan IDI didepannya, misalnya ID139xxxx -tanpa spasi. (3) Nama dan alamat kota penerimanya. Beberapa Daftar BIC bank dapat dilihat : BIC
  6. Kartu ATM/ Cartes Bancaires /CB dan buku cek/chéquier  harus diserahkan kepada pihak Bank ketika kita mengajukan permohonan penutupan baik secara langsung maupun secara tak langsung. Jadi kalau mau punya kenang-kenangan … discan saja.. ^_^

C. PENUTUPAN TELEPHONE

Abonnement téléphone yang kita pakai juga harus ditutup, agar tidak ada perpanjangan kontrak secara otomatis ketika masa abonnement berakhir. Caranya :
  1. Kirimkan surat permohonan résiliation ke operator telephone. contoh suratnya: Penutupan telp
  2. Tunggu surat konfirmasi dari pihak operator
Pihak operator telephone adalah perusahaan swasta, mereka tidak dapat “mengejar” pelanggannya hingga ke negara asalnya, bagi WN non français. jadi bagi ingin melakukan Arnaque bisa dengan cara mendaftar abonnement H-2 bulan sebelum kepulangan dan setelah itu kirim surat permohonan penutupan. Maka bisa mendapatkan HP hanya dengan membayar 2 bulan saja, namun hal ini tidak disarankan, nanti HP nya tidak berkah… Resiko : tidak dapat mendaftar pada operator tersebut ketika kita kembali ke Perancis.  Tapi jangan coba-coba melakukannya kepada lembaga pemerintah, meskipun 0,5€ akan ditagih dan akan di black list. Pengalaman seorang teman terpaksa datang ke Lyon hanya untuk menutup rekening listriknya karena Surat dari EDF tidak menemukan boite à lettre akibat tidak melakukan pemindahan alamat (lihat point F).

D. PENGIRIMAN BARANG

Barang-barang dapat kita kirimkan ke Indonesia dengan jasa La Poste atau dengan jasa lainnya.
  1. Via La poste : http://www.poste.ch/post-versand-international-gk
  2. Via jasa Pulang Kampung : http://www.pulangkampung.eu/
  3. Pengiriman khusus buku via la poste: maksimum 5kg biaya sekitar 14€,  paket Livres et Brochures  Bisa baca di : http://www.laposte.fr/entreprise/relation-clients/courrier-international?id=173&pdt_id=#conditions Acces Klik dibagian  “conditions d’accès” à droite :
    “Tarifs réservés à l’envoi de Livres et Brochures devant présenter impérativement un caractère éducatif, scientifique ou culturel. La liste complète des objets admis : livres, brochures et revues, recueils, annales, mémoires, thèses, bulletins, partitions de musique, cartes géographiques, manuscrits d’ouvrages ou de journaux, cours par correspondance, devoirs originaux d’élèves et leurs corrigés, photocopies des documents précités.”
E. BARANG LAINNYA

Jika barang-barang tersebut tidak akan dibawa pulang ke Indonesia bisa ada beberapa alternatif :
  1. diwariskan ke mahasiswa Indonesia lainnya
  2. dijual melalui http://www.leboncoin.fr/
  3. didonasikan melalui site : http://www.recupe.net/
  4. dibuang, untuk alternatif ini saya tidak menyarankan untuk barang-barang yang masih bisa digunakan oleh orang lain, marilah kita melaksanakan agenda “Pembangunan Berkelanjutan”/ développement Durable lebih baik gunakan laternatif 1-3 diatas. Sedangkan untuk barang yang sudah tidak dapat digunakan, perhatikan aturan pembuangannya seperti membuang TV dan électroménager ke Déchetterie/ Déchèterie juga minyak habis pakai, pakaian. Untuk botol buanglah di Silos. Untuk plastik, kertas dan kaleng lakukanlah Trie / atau pisahkan dengan sampah lainnya agar dapat didaur ulang. Sampah-sampah lainnya akan dibakar di incenerateur jadi service kebersihan tidak akan membuka-buka plastik sampah kita. Jika apes, saat membuang sampah tidak sesuai aturannya tersebut bisa terkena denda;

F. PEMINDAHAN ALAMAT

Ketika kita akan pulang namun masih ada beberapa urusan yang belum kelar, sedangkan boite à lettres kita sudah ditutup, kita dapat menggunakan jasa La poste “La Réexpédition définitive nationale” untuk memindahkan alamat, artinya semua surat yang ditujukan ke kita akan dirimkan ke alamat baru tersebut. Cara menuliskan alamat : NOM prenom (kita) Chez M/Mme/Mlle…. (alamat baru/alamat teman). Chez atau A.n dalam bahasa Indonesia, karena tanpa Nama pemilik Kotak Surat, surat-surat tersebut tidak akan dimasukkan oleh petugas La Poste. Tarifnya : 23,5 € untuk 6 bulan dan 42€ untuk 1 tahun untuk wilayah Perancis, bisa juga untuk dikirim ke Indonesia dengan tarif berbeda. Lengkapnya baca di : https://boutiqueducourrier.laposte.fr/reexpedition-definitive-nationale#xtor=AL-43

Catatan: semua surat yang dikirimkan melalui post harus menggunakan Lettres recommandées Avec Accusé de Réception (AR)


G. MENGURUS CAF

Untuk urusan CAF sudah pernah dibahas dalam tulisan Cara Mengurus CAF yakni jika pindah alamat untuk pulang for good yang perlu diperhatikan adalah mekanisme penerimaan uang CAF selama ini.
  1. Jika uang diterima melalui Agence, agar membahas mekanisme uang CAF yang masih menjadi Hak kita ketika kita melakukan résiliation du bail.
  2. Jika uang diterima melalui rekening kita, maka lebih baik rekening tidak ditutup sebelum bantuan CAF masuk.
Untuk kedua mekanisme diatas sebaiknya mengirim surat pemberitahuan ke CAF kalau kita tidak tinggal di appartement tersebut.


Dipublikasi ulang dari Blog Arie Fitria dengan sedikit perubahan.