May 09, 2013

Cara Mendapatkan Surat Penerimaan (LoA) atau Attestation Provisoire d’Inscription dari Universitas di Perancis

Attestation provisoire d’inscription atau LoA (Letter of Acceptance) merupakan salah satu surat sakti yang dapat meloloskan para pemburu beasiswa untuk mewujudkan impiannya..  Bagaimana cara mendapatkannya dari Universitas-universitas di Perancis? …

Langkah awal, Persiapkan terlebih dahulu dokumen-dokumen penting seperti:
  1. CV
  2. Lettre de motivation / motivation letter
  3. Projet de recherche / Research Outline
  4. Transkrip Nilai dan Ijasah
  5. Bukti kemampuan bahasa, dalam hal ini Perundang-undangan Prancis mensyaratkan Tingkat kemahiran Bahasa Perancis DELF B2 dengan pengecualian Kemahiran Bahasa Tingkat DELF B1 diperbolehkan untuk pendidikan dalam bidang sains, dengan pertimbangan bidang sains akan lebih banyak bermain dengan rumus dan angka, dan tidak dalam uraian analisis.
  6. Bukti-bukti publikasi jika ada
Setelah data atau dokumen lengkap saatnya untuk mengirim lamaran. Hal yang perlu diperhatikan, data yang sudah dikirim merupakan hal yang fiks artinya itulah data kita, karena mengirim berkali-kali perbaikan data menunjukkan sikap yang tidak profesional.

Universitas di Perancis menyediakan fasilitas yang berbeda-beda untuk mendapatkan LoA, artinya ada beberapa jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkan LoA yakni:
  • Melalui Universitas, menghubungi  bagian internasional atau International Office melalui e-mail.
  • Melalui Universitas, selain menghubungi bagian internasional dapat juga dilakukan melalui fasilitas pendaftaran online yang disediakan universitas. Dalam hal ini akan terdapat 2 jalur yakni  (1) melalui jalur kerjasama, artinya pihak Universitas sudah memiliki kerjasama dengan program beasiswa yang sedang diincar, contohnya dapat dilihat pada l’Université Jean Moulin Lyon 3 menyediakan fasilitas bagi kerjasama dalam bahasa inggris atau dalam bahasa Perancis. (2) melalui jalur mandiri, artinya harus mendaftar secara pribadi, contohnya pada ‘Université Jean Moulin Lyon 3 menyediakan fasilitas on line: procéder à une demande d’admission online.
  • Menghubungi langsung dosennya, mencari langsung dosen yang sesuai dengan tema penelitian dan minat kita. Dosen di Perancis rata-rata spesialis artinya mereka tidak akan menerima mahasiswa diluar keahliannya, jadi perhatikan benar tema riset dan keahlian dosen dapat dilihat pada contohnya daftar dosen-dosen pada Institut d’Urbanisme de Lyon.  Menghubungi dosen langsung juga ada kemungkinan di TOLAK  meskipun tema nya sesuai dengan keahliannya, karena mahasiswa yang dibimbingnya sudah banyak. Jadi coba kirim pada beberapa dosen secara langsung.
  • Via teman/ kakak kelas/ orang yang dikenal, jalur ini probabilitas keberhasilannya cukup tinggi jika dibandingkan dengan jalur di atas, karena orang yang mengenal kedua belah pihak: pihak pelamar dan pihak universitas, dapat menjadi mediator dan sekaligus memberikan garanti kepada pihak universitas akan kemampuan di Pelamar. Dalam hal ini tentu tidak sembarang orang dapat memainkan jalur ini karena beratnya tanggungjawab sebagai pemberi rekomendasi jika ternyata si pelamar lebih memilih kuliah ditempat lain, si pelamar gagal berangkat karena tidak lolos beasiswa dan si pelamar kemampuannya tidak sesuai espektasi si penjamin.
Hal lain yang perlu dilakukan untuk mendapatkan LoA, pelajari sistem pendidikan tinggi di Perancis karena perbedaan antara sistem École dan Université akan mempengaruhi cara penerimaan mahasiswa.

Akhirnya, selaku manusia janganlah lupa untuk berdoa, setelah ihtiar dilakukan serahkan pada garis nasib yang akan membawa langkah kita… apakah hal ini perlu dilakukan?? YA agar kita tetap ikhlas dan ber positif thinking andaikata beberapa lamaran di tolak dan tetap bersemangat untuk mengirimkan lamaran ke universitas berikutnya.

Bon Courage!


Ditulis oleh: Arie Fitria, mahasiswa S3 di ENTPE Lyon
Sumber: Klik di sini

April 20, 2013

Soirée Culturelle Indonésienne 2013

Soirée Culturelle Indonésienne de l’Association des étudiants indonésiens de Lyon

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon berkerjasama dengan KBRI/KWRI UNESCO Paris menyelenggarakan malam budaya Indonesia (Soirée Culturelle Indonésienne), yang diadakan di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l’Etat) Lyon, Prancis, pada hari Sabtu malam tanggal 13 April 2013.

L’Association des étudiants indonésiens (PPI) de Lyon, en collaboration avec l’Ambassade/Représentation de l’Indonésie auprès de l’UNESCO à Paris a organisé une soirée culturelle indonésienne dans l’amphithéâtre Prunier de l’ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l’Etat) à Lyon, en France, samedi 13 Avril 2013 au soir.

Duta besar Indonesia untuk Unesco di Paris Prof. Dr. Carmadi Machbub dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pihak ENTPE dan kepada semua hadirin dengan harapan bahwa acara ini dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Prancis.

L’ambassadeur d’Indonésie auprès de l’Unesco à Paris, le professeur Dr Carmadi Machbub a, dans son allocution, remercié l’ENTPE et tous les participants et fait part de son espoir que cet événement contribue aux efforts visant à accroître l’amitié entre l’Indonésie et la France.



Duta Besar Indonesia untuk UNESCO Paris Prof. Dr. Carmadi Machbub menyampaikan sambutan pada acara Soirée Culturelle Indonésienne

(L’Ambassadeur Indonésien auprès de l’UNESCO à Paris le Prof. Dr. Carmadi Machbub s’adressant aux spectateurs en ouverture de la soirée)

Malam budaya Indonesia ini dihadiri 305 tamu undangan, termasuk Walikota Lissieu, Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez,  pejabat dan civitas academika ENTPE, dan Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti. Selain itu juga tampak hadir pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota   Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari wilayah-wilayah lainnya.

Cette soirée culturelle Indonésienne a été suivi par 305 invités, dont le maire de Lissieu, Jean-Louis Schuk, directeur général des Services généraux de l’Agglomération de l’Est Lyonnais (CCEL), de  Jacques Perez, fonctionnaires et civitas Academika de l’ENTPE, et du directeur du centre indonésien de promotion du commerce (ITPC) à Lyon, Silvi C Sumanti. Etaient également présents des représentants de la municipalité, des universitaires, des agents de voyages / voyagistes, des étudiants, des membres d’Associations franco-Indonésiennes et des membres d’Association des étudiants indonésiens d’autres régions françaises.

Acara ini dibuka dengan Tari Melinting dari Lampung, oleh Arie Fitria dan dilanjutkan dengan pentas teater « Sangkuriang » dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan  Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang. Pentas teater tiga babak ini didukung dengan berbagai tari-tarian daerah nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkuban Perahu tersebut seperti Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa Barat dan Tari Cendrawasih dari Bali.

La soirée a commencé sur la danse Tari Melinting de Lampung, par Arie Fitria pour enchaîner  avec la pièce de théâtre «Sangkuriang» avec dans le premier rôle Dennisa Wijayanti jouant Dayang Sumbi et Yasser Wahyuddin jouant Sangkuriang. Cette pièce de théâtre en trois actes était soutenue par diverses danses régionales de l’archipel racontant la légende Tangkuban Perahu comme la danse Lenggang Nyai de Jakarta, la danse Jaipong de Java Ouest et la danse Cendrawasih de Bali.


Arie Fitria tampak secara enerjik membawakan tarian Melinting dari Lampung
(Arie Fitria pleine d’énergie lors de la danse Melinting de Lampung)

Selain pergelaran kesenian, acara Soirée ini diawali terlebih dahulu dengan Pameran Foto Koleksi KJRI Marseille yang berlangsung selama 1 minggu dari tanggal 8 April 2013, juga dimeriahkan oleh pameran produk Indonesia yang diikuti oleh Anak Tanah dan Atelier FER.

Avant cette Soirée, une exposition de photos de la collection du Consulat Général indonésien à Marseille avait pris place, visible tout au long de la semaine du 8 avril 2013, avec également une présentation de produits indonésiens, suivie par Anak Tanah et l’Atelier FER. 

Para pengunjung juga dimanjakan dengan penulisan nama mereka dalam aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno dan aksara Batak sebagai sovenir. Penulisan aksara ini selain bertujuan untuk mengenalkan aksara tradisional Indonesia ke dunia internasional juga dimaksudkan melestarikan bahasa daerah dikalangan para pelajar Indonesia di luar negeri khususnya di Lyon.

Les visiteurs pouvaient également, pour leur plus grand plaisir, emporter en souvenir, leur nom écrit en lettre Kawi (javanais ancien) ou en lettre Batak. La rédaction de ces alphabets avait aussi pour objectif de faire connaître à l’international les caractères des alphabets traditionnels que l’on rencontre en Indonésie mais était aussi destiné à conserver les langues régionales dans le milieu étudiant indonésien à l’étranger, en particulier à Lyon.

Suasana pergelaran drama Sangkuriang
(Atmosphère lors de la scène de Théâtre Sangkuriang)

Acara ini juga diisi dengan promosi gastronomi khas Indonesia. Sebagai kudapan sebelum dimulainya acara disajikan risoles dan lemper dan sebagai makanan malam disajikan cumi saos padang, capcai dan bolu cokelat.

Dans le programme il y avait également la promotion de spécialités gastronomiques Indonésiennes. Avant le spectacle, il était possible de grignoter des risoles et des lemper et au dîner était servi des seiches à la sauce padang, du capcai et des douceurs au chocolat.


Rilis pers dari Situs KBRI Paris 



April 17, 2013

Tari Melinting Pembuka Pentas Sangkuriang di Perancis

LONDON (Lampost.co): Tari Melinting dari Lampung menjadi pembuka pentas teater cerita rakyat Jawa Barat dibawakan pelajar Indonesia dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang berhasil menarik perhatian warga kota Lyon, Perancis. Cerita Sangkuriang yang ditampilkan pada malam budaya Indonesia "Soirée Culturelle Indonésienne" itu diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bersama KBRI Paris di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l'Etat) Lyon, Prancis.

Menurut anggota panitia Arie Fitria kepada Antara London, Selasa, pementasan tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk Wali Kota Lissieu, Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez, pejabat dan civitas academika ENTPE, serta Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti. Selain itu hadir pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari berbagai wilayah lainnya, ujar mahasiswa S3 di ENTPE Lyon itu.

Dubes Indonesia untuk UNESCO di Paris Carmadi Machbub menyampaikan penghargaannya kepada pihak ENTPE dan undangan dengan harapan acara malam budaya dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Perancis. Sementara itu atase kebudayaan KBRI Paris, Arifi Saiman mengatakan, pihaknya turut bangga atas aktivitas dan kreativitas PPI Lyon dengan
digelarnya Soirée Indonésienne kali ini. "Dedikasi yang luar biasa dari anggota PPI Lyon di tengah-tengah kesibukan studi yang sangat padat," ucapnya.

Soire Culturelle Indonésienne 2013 diselenggarakan sebagai jawaban atas tingginya animo pengunjung pada acara-acara serupa di tahun 2012. Menurut Arie Fitria, penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya menjaga kesinambungan informasi tentang Indonesia di kalangan masyarakat Perancis khususnya Lyon. Dengan demikian diharapkan budaya Nusantara makin dikenal dan banyak warga tertarik berkujung ke Indonesia.

Ceritera tersebut mudah dipahami oleh pengunjung berkat kepiawaian pasangan narator, yang tampil memukai dengan dibalut pakaian adat Minang. Pentas teater cerita rakyat Jawa Barat itu disajikan dalam tiga babak didukung berbagai tarian daerah nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkuban Perahu. Di antaranya Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa
Barat, Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Saman dari Aceh menggambarkan pengerjaan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam. Cahaya fajar untuk menggagalkan pembuatan perahu dan telaga ditampilkan dengan koreografi tari selendang merah. (ANT/L-1)




Sumber Berita: http://lampost.co/berita/tari-melinting-pembuka-pentas-sangkuriang-di-perancis


April 16, 2013

Warga Lyon Terkesan Pentas Sangkuriang

LONDON, KOMPAS.com — Pementasan teater cerita rakyat Jawa Barat dibawakan pelajar Indonesia dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang berhasil menarik perhatian warga kota Lyon, Perancis.

Cerita Sangkuriang yang ditampilkan pada malam budaya Indonesia "Soirée Culturelle Indonésienne" itu diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bersama KBRI Paris di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l’Etat) Lyon, Perancis.

Menurut anggota panitia Arie Fitria kepada Antara London, Selasa, pementasan tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk Wali Kota Lissieu Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez, pejabat dan sivitas akademika ENTPE, serta Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti.

"Selain itu, hadir juga pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari berbagai wilayah lainnya," ujar mahasiswa S3 di ENTPE Lyon itu.

Dubes Indonesia untuk UNESCO di Paris Carmadi Machbub menyampaikan penghargaannya kepada pihak ENTPE dan undangan dengan harapan acara malam budaya dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Perancis.

Sementara itu, atase kebudayaan KBRI Paris, Arifi Saiman mengatakan, pihaknya turut bangga atas aktivitas dan kreativitas PPI Lyon dengan digelarnya Soirée Indonésienne kali ini. "Dedikasi yang luar biasa dari anggota PPI Lyon di tengah-tengah kesibukan studi yang sangat padat," ujarnya.

Soire Culturelle Indonésienne 2013 diselenggarakan sebagai jawaban atas tingginya animo pengunjung pada acara-acara serupa pada 2012.

Menurut Arie Fitria, penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya menjaga kesinambungan informasi tentang Indonesia di kalangan masyarakat Perancis, khususnya Lyon. Dengan demikian diharapkan budaya Nusantara makin dikenal dan banyak warga tertarik berkujung ke Indonesia.

Acara itu dibuka dengan Tari Melinting dari Lampung, dilanjutkan pentas teater cerita Sangkuriang yang menceritakan legenda dalam naskah Pangeran Jaya Pakuan alias Bujangga Manik. Ceritera tersebut mudah dipahami oleh pengunjung berkat kepiawaian pasangan narator, yang tampil memukau dengan dibalut pakaian adat Minang.

Pentas teater cerita rakyat Jawa Barat itu disajikan dalam tiga  babak didukung berbagai tarian daerah Nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkubanparahu.

Di antaranya Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Saman dari Aceh menggambarkan pengerjaan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam. Cahaya fajar untuk menggagalkan pembuatan perahu dan telaga ditampilkan dengan koreografi tari selendang merah.

Selain itu diselingi dengan paduan suara PPI Lyon yang membawakan lagu "Sik Sik Sibatumanikam", "Kabanglah Bungo Parawitan", "Cublak-Cublak Suweng" serta lagu "Ramko Rambe Yamko". Didukung undian tombola yang berjalan meriah dan undangan yang beruntung mendapat hadiah berupa produk kerajinan Indonesia diserahkan Direktur IPTC Lyon, Silvi C Sumanti.

Acara Soirée itu diawali dengan Pameran Foto Koleksi KJRI Marseille berlangsung selama seminggu dimeriahkan pameran produk Indonesia yang diikuti Anak Tanah dan Atelier FER. Para pengunjung dimanjakan dengan penulisan nama dalam aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno dan aksara Batak sebagai suvenir.

Kegiatan penulisan itu bertujuan mengenalkan aksara tradisional Nusantara ke internasional guna melestarikan bahasa daerah di kalangan pelajar Indonesia yang berada di luar negeri khususnya Lyon.

Promosi gastronomi khas Indonesia disajikan berupa risoles dan lemper dan sebagai makanan malam dihidangkan cumi saos padang, capcai dan bolu cokelat.

Rangkaian acara tersebut mampu mewujudkan sasaran yang ingin dicapai, pengunjung mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat tujuan saat liburan mereka.

Jean-jacques Thevenin, salah satu pengunjung, mengatakan, menyaksikan acara itu membuat dirinya ingin berkunjung ke Indonesia. Jean dalam bahasa Perancis menyebutkan, L’Indonésie fera certainement partie d’un de mes futurs voyages et ce sera cette soirée qui m’en aurez donné l’envie.

Minat warga masyarakat setempat tersebut dipengaruhi keragaman dan keindahan pakaian adat Nusantara yang dikenakan panitia dan mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Sumber Berita: http://oase.kompas.com/read/2013/04/16/21040348/Warga.Lyon.Terkesan.Pentas.Sangkuriang

October 07, 2012

Pemilihan ketua dan bamus PPI Lyon 2012-2013

Tepatnya pada Minggu tanggal 7 Oktober 2012, kepengurusan PPI Lyon telah berganti ke kepengurusan baru.

Proses pemilihannya itu sendiri dihadiri oleh 25 pelajar Indonesia di Lyon. Acara diawali dengan pembacaan Laporan pertanggungjawaban PPI Lyon 2011 - 2012 oleh ketua PPI Lyon 2011-2012 Bastian Okto Bangkit Sentosa. Kemudian, diselingi dengan makan-makan (yang sudah dipersiapkan oleh chef Gindo Sibarani) dibarengi dengan perkenalan masing-masing pelajar.

Setelah itu seluruh peserta pemilih memberikan masukan untuk calon Ketua dan Bamus baru dan tercatat beberapa nama sebagai berikut:   
Yasser Wahyuddin  
Kiki Irawati  
Citra Amalia Putri  
Rahmat Firman Septiyanto  
Jeremia Yonathan  
Jason Leonardo Tanama

Dari nama tersebut diadakan pengumungutan suara dan terpilih :
Ketua PPI : Yasser Wahyuddin
Wakil Ketua : Citra Amalia Hadiputri
Sekretaris : Reyner
Bendahara : Kiki Irawati
Bamus : Jason Leonardo Tanama

Dengan demikian kepengurusan PPI Lyon 2011-2012 telah berakhir dan digantikan dengan PPI Lyon 2012-2013.




September 27, 2012

Informasi Lapor Diri ke KBRI Paris

Bonjour Sahabat PPI Perancis semua,

Dalam menyambut tahun Perkuliahan Baru di Perancis, tentu banyak sahabat² Indonesia yang baru datang, saya sebagai bagian dari Pelajar Indonesia di Perancis, mengingatkan kepada sahabat semua terutama yang baru datang untuk segera melakukan proses lapor diri (Atdik dan Konsuler) pada kedutaan besar RI di Paris.

Untuk melakukan proses lapor diri pada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI paris Sahabat dapat melakukannya secara online di : http://atdik-paris.org/pendaftaran/

Dan untuk melapor ke Konsuler KBRI di Paris, dapat dilakukan secara kolektif untuk mendapatkan cap & tandatangan pada halaman Paspor , telah terdaftar di KBRI Paris.

Kedua proses ini sangat penting agar kita mendapat perlindungan maksimal dari Pemerintah Indonesia, dalam hal ini KBRI di Paris sebagai warga negara Indonesia yang sedang melaksanakan pendidikan di Perancis.

Untuk pendaftaran pada laman/situs Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, http://atdik-paris.org/,
sahabat mohon dipersiapkan beberapa file yang perlu:

1. Halaman paspor dengan identitas diri dan Visa dari kedutaan besar Perancis
2. Titre de Sejour atau Lembar OFFI (jika sudah terima, bila belum dapat disusulkan)
3. Surat Tugas dari instansi pemberi beasiswa, untuk yang menggunakan biaya pribadi tidak perlu.

Ketiga berkas diatas berupa file PDF yang tidak terlalu besar ukurannya, agar saat upload menjadi lebih mudah. Bila terjadi penolakan proses upload sebaiknya perhatikan ukuran file dan jenis filenya.

4. Foto , file foto usahakan *.jpg yang tidak terlalu besar dan menampakan seluruh wajah.

Demikian, semoga  sahabat semua menjadi maklum.

NB. Kepada ketua PPI Wilayah, saya mohon dapat menginformasikan hal ini.

Demikian dan terima kasih
 
 
Sumber: Pengumuman PPI Perancis

September 03, 2012

Perjalanan TGV dari CDG (Paris) ke Part-Dieu (Lyon)

Dari Bandara CDG akan menuju LYON maka langkah-langkah yang harus  dijalani:
  1. Untuk meninggalkan bandara menuju tempat tujuan anda dengan menggunakan Kereta/ Train / TGV, yang harus ada lakukan adalah mencari RER/ Paris par train/ Paris by Train bagi Anda yang akan menuju Paris atau  carilah Gare SNCF/ railway station bagi Anda yang akan menuju kota-kota Perancis lainnya. Carilah lokasinya dengan mengikuti petunjuk gambar berikut:


2. Ketika tiba di Bandara CDG (Charles de Gaulle) Paris artinya anda berada dalam Hall ”arrivals” atau kedatangan. Terminal dan nomor Hall sangat tergantung dengan Maskapai yang anda gunakan. Sehingga anda membutuhkan CDGVAL atau Airport Stuttle. Carilah dengan mengikuti petunjuk berikut:
















3. Didalam Airport Stuttle perhatikan stasiunnya dan turunlah pada stasiun yang ada railway nya:







Penunjuk halte-halte yang dilewati oleh Airport Stuttle



4. Untuk naik kereta anda membutuhkan tiket/ billets yang dapat anda beli pada situs resmi perusahaan kereta api Perancis pada SNCF sebelum hari H sehingga anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan menghindari antrian yang panjang. Tiket juga dapat anda beli pada Loket khusus penjualan tiket/ Vente billets grandes lignes atau pada Anjungan Tiket Mandiri/ Mesin otomatis


 

5. Anda akan mendapatkan tiket seperti ini:



6. Yang perlu anda perhatikan pada tiket adalah :
(a) jam keberangkatan → départ 01/09 à 13h 58 artinya kereta anda akan berangkat pukul 13.58 
(b) nomor keretaTGV 5028  artinya kereta yang akan ditumpangi bernomor 5028, 
(c) Kelas kereta → Classe 2 artinya kereta anda kelas 2  
(d) nomor gerbongVOITURE 15 artinya Anda akan naik gerbong nomor 15  
(e) nomor tempat duduk → place Assise 101 artinya tempat duduknya nomor 101  
(f) jam kedatanganarriv à 16h 00 Part Dieu artinya anda akan tiba di Stasiun Part Dieu-Lyon pada pukul 16.00 CET 
(g) jenis tiket anda →  TGV Plein Tarif Loisir-Ech/remb Payant Jour depart artinya tiket anda tarif normal/penuh tanpa diskon yang memberikan fasilitas untuk di tukar (Ech) dan memungkinkan untuk diuangkan kembali pada hari yang sama dengan tanggal keberangkatan (remb Payant Jour depart )
7. Bermodalkan informasi pada tiket tersebut, fokuskan mata anda pada papan informasi keberangkatan Départ, fokuskan pada Nomor TGV dan VOIE atau jalaur kereta. Pada papan informasi tersebut nampak bahwa TGV 5028 Marseille Saint-Charles Voie 4 artinya tujuan utama atau pemberhentian TGV tersebut adalah Marseille Saint-Charles, jangan panik, karena dibawahnya nampak kalau kereta tersebut akan melewati dan berhenti di Part Dieu Lyon.


8. VOIE 4 atau jalaur kereta tersebut berada pada jalur 4 sehingga segeralah untuk mencari jalur 4,
Suasana Jalur 4 kereata di CDG Paris


9. Validasi/ composer tiket anda, pada mesin kuning yang tersedia, kelalaian melakukan validasi dapat membuahkan Denda karena anda dapat diindikasikan akan melakukan penukaran atau menguangkan tiket anda (point  6.g)


10. Setelah anda menemukan Voie-nya, segeralah mencari letak gerbong anda menggunakan mesin penunjuk, artinya gerbong 15 akan terletak pada sektor antara G dan H.. lingkaran Vous êtes ici menunjukkan anda berada disektor C sehingga anda harus segera menuju sektor G dan H.
Mesin penunjuk Posisi gerbong


11. kembali ke langkah Nomor 6.. perhatikan Voiture dan kelasnya.. Angka 2 pada pintu menunjukkan kelasnya dan tulisan Voiture nampak pada jendela kecil didekat pintu.



12. ketika anda masuk kedalam kereta/TGV, letakkan tas bawaan anda pada tempat yang sudah disediakan dan segeralah menuju tempat duduk anda.

Pada Pukul 15.50 atau 10 menit sebelum kereta tiba, Anda segera bersiap-siap untuk mengambil tas dan melakukan antrian untuk turun…
Voila.. et bienvenu à Lyon…
Demikianlah langkah-langkah yang harus dilakukan.. secara garis besar sama untuk yang ke kota lainnya.. namun yang perlu anda ingat kereta hanya akan berhenti “3-5 menit” sehingga anda harus sudah siap dipintu kereta baik pada saat akan masuk dan ketika akan keluar, perhatikan langkah no 7 dst…  pintu kereta akan tertutup secara otomatis jadi keterlambatan adalah sebuah kesalahan fatal karena anda akan tertingggal.
Ditulis oleh: Arie Fitria, Mahasiswi S3 di ENTPE Lyon, anggota PPI Lyon
Link: Klik di sini