April 17, 2013

Tari Melinting Pembuka Pentas Sangkuriang di Perancis

LONDON (Lampost.co): Tari Melinting dari Lampung menjadi pembuka pentas teater cerita rakyat Jawa Barat dibawakan pelajar Indonesia dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang berhasil menarik perhatian warga kota Lyon, Perancis. Cerita Sangkuriang yang ditampilkan pada malam budaya Indonesia "Soirée Culturelle Indonésienne" itu diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bersama KBRI Paris di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l'Etat) Lyon, Prancis.

Menurut anggota panitia Arie Fitria kepada Antara London, Selasa, pementasan tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk Wali Kota Lissieu, Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez, pejabat dan civitas academika ENTPE, serta Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti. Selain itu hadir pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari berbagai wilayah lainnya, ujar mahasiswa S3 di ENTPE Lyon itu.

Dubes Indonesia untuk UNESCO di Paris Carmadi Machbub menyampaikan penghargaannya kepada pihak ENTPE dan undangan dengan harapan acara malam budaya dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Perancis. Sementara itu atase kebudayaan KBRI Paris, Arifi Saiman mengatakan, pihaknya turut bangga atas aktivitas dan kreativitas PPI Lyon dengan
digelarnya Soirée Indonésienne kali ini. "Dedikasi yang luar biasa dari anggota PPI Lyon di tengah-tengah kesibukan studi yang sangat padat," ucapnya.

Soire Culturelle Indonésienne 2013 diselenggarakan sebagai jawaban atas tingginya animo pengunjung pada acara-acara serupa di tahun 2012. Menurut Arie Fitria, penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya menjaga kesinambungan informasi tentang Indonesia di kalangan masyarakat Perancis khususnya Lyon. Dengan demikian diharapkan budaya Nusantara makin dikenal dan banyak warga tertarik berkujung ke Indonesia.

Ceritera tersebut mudah dipahami oleh pengunjung berkat kepiawaian pasangan narator, yang tampil memukai dengan dibalut pakaian adat Minang. Pentas teater cerita rakyat Jawa Barat itu disajikan dalam tiga babak didukung berbagai tarian daerah nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkuban Perahu. Di antaranya Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa
Barat, Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Saman dari Aceh menggambarkan pengerjaan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam. Cahaya fajar untuk menggagalkan pembuatan perahu dan telaga ditampilkan dengan koreografi tari selendang merah. (ANT/L-1)




Sumber Berita: http://lampost.co/berita/tari-melinting-pembuka-pentas-sangkuriang-di-perancis


April 16, 2013

Warga Lyon Terkesan Pentas Sangkuriang

LONDON, KOMPAS.com — Pementasan teater cerita rakyat Jawa Barat dibawakan pelajar Indonesia dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang berhasil menarik perhatian warga kota Lyon, Perancis.

Cerita Sangkuriang yang ditampilkan pada malam budaya Indonesia "Soirée Culturelle Indonésienne" itu diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bersama KBRI Paris di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l’Etat) Lyon, Perancis.

Menurut anggota panitia Arie Fitria kepada Antara London, Selasa, pementasan tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk Wali Kota Lissieu Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez, pejabat dan sivitas akademika ENTPE, serta Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti.

"Selain itu, hadir juga pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari berbagai wilayah lainnya," ujar mahasiswa S3 di ENTPE Lyon itu.

Dubes Indonesia untuk UNESCO di Paris Carmadi Machbub menyampaikan penghargaannya kepada pihak ENTPE dan undangan dengan harapan acara malam budaya dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Perancis.

Sementara itu, atase kebudayaan KBRI Paris, Arifi Saiman mengatakan, pihaknya turut bangga atas aktivitas dan kreativitas PPI Lyon dengan digelarnya Soirée Indonésienne kali ini. "Dedikasi yang luar biasa dari anggota PPI Lyon di tengah-tengah kesibukan studi yang sangat padat," ujarnya.

Soire Culturelle Indonésienne 2013 diselenggarakan sebagai jawaban atas tingginya animo pengunjung pada acara-acara serupa pada 2012.

Menurut Arie Fitria, penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya menjaga kesinambungan informasi tentang Indonesia di kalangan masyarakat Perancis, khususnya Lyon. Dengan demikian diharapkan budaya Nusantara makin dikenal dan banyak warga tertarik berkujung ke Indonesia.

Acara itu dibuka dengan Tari Melinting dari Lampung, dilanjutkan pentas teater cerita Sangkuriang yang menceritakan legenda dalam naskah Pangeran Jaya Pakuan alias Bujangga Manik. Ceritera tersebut mudah dipahami oleh pengunjung berkat kepiawaian pasangan narator, yang tampil memukau dengan dibalut pakaian adat Minang.

Pentas teater cerita rakyat Jawa Barat itu disajikan dalam tiga  babak didukung berbagai tarian daerah Nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkubanparahu.

Di antaranya Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Saman dari Aceh menggambarkan pengerjaan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam. Cahaya fajar untuk menggagalkan pembuatan perahu dan telaga ditampilkan dengan koreografi tari selendang merah.

Selain itu diselingi dengan paduan suara PPI Lyon yang membawakan lagu "Sik Sik Sibatumanikam", "Kabanglah Bungo Parawitan", "Cublak-Cublak Suweng" serta lagu "Ramko Rambe Yamko". Didukung undian tombola yang berjalan meriah dan undangan yang beruntung mendapat hadiah berupa produk kerajinan Indonesia diserahkan Direktur IPTC Lyon, Silvi C Sumanti.

Acara Soirée itu diawali dengan Pameran Foto Koleksi KJRI Marseille berlangsung selama seminggu dimeriahkan pameran produk Indonesia yang diikuti Anak Tanah dan Atelier FER. Para pengunjung dimanjakan dengan penulisan nama dalam aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno dan aksara Batak sebagai suvenir.

Kegiatan penulisan itu bertujuan mengenalkan aksara tradisional Nusantara ke internasional guna melestarikan bahasa daerah di kalangan pelajar Indonesia yang berada di luar negeri khususnya Lyon.

Promosi gastronomi khas Indonesia disajikan berupa risoles dan lemper dan sebagai makanan malam dihidangkan cumi saos padang, capcai dan bolu cokelat.

Rangkaian acara tersebut mampu mewujudkan sasaran yang ingin dicapai, pengunjung mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat tujuan saat liburan mereka.

Jean-jacques Thevenin, salah satu pengunjung, mengatakan, menyaksikan acara itu membuat dirinya ingin berkunjung ke Indonesia. Jean dalam bahasa Perancis menyebutkan, L’Indonésie fera certainement partie d’un de mes futurs voyages et ce sera cette soirée qui m’en aurez donné l’envie.

Minat warga masyarakat setempat tersebut dipengaruhi keragaman dan keindahan pakaian adat Nusantara yang dikenakan panitia dan mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Sumber Berita: http://oase.kompas.com/read/2013/04/16/21040348/Warga.Lyon.Terkesan.Pentas.Sangkuriang

October 07, 2012

Pemilihan ketua dan bamus PPI Lyon 2012-2013

Tepatnya pada Minggu tanggal 7 Oktober 2012, kepengurusan PPI Lyon telah berganti ke kepengurusan baru.

Proses pemilihannya itu sendiri dihadiri oleh 25 pelajar Indonesia di Lyon. Acara diawali dengan pembacaan Laporan pertanggungjawaban PPI Lyon 2011 - 2012 oleh ketua PPI Lyon 2011-2012 Bastian Okto Bangkit Sentosa. Kemudian, diselingi dengan makan-makan (yang sudah dipersiapkan oleh chef Gindo Sibarani) dibarengi dengan perkenalan masing-masing pelajar.

Setelah itu seluruh peserta pemilih memberikan masukan untuk calon Ketua dan Bamus baru dan tercatat beberapa nama sebagai berikut:   
Yasser Wahyuddin  
Kiki Irawati  
Citra Amalia Putri  
Rahmat Firman Septiyanto  
Jeremia Yonathan  
Jason Leonardo Tanama

Dari nama tersebut diadakan pengumungutan suara dan terpilih :
Ketua PPI : Yasser Wahyuddin
Wakil Ketua : Citra Amalia Hadiputri
Sekretaris : Reyner
Bendahara : Kiki Irawati
Bamus : Jason Leonardo Tanama

Dengan demikian kepengurusan PPI Lyon 2011-2012 telah berakhir dan digantikan dengan PPI Lyon 2012-2013.




September 27, 2012

Informasi Lapor Diri ke KBRI Paris

Bonjour Sahabat PPI Perancis semua,

Dalam menyambut tahun Perkuliahan Baru di Perancis, tentu banyak sahabat² Indonesia yang baru datang, saya sebagai bagian dari Pelajar Indonesia di Perancis, mengingatkan kepada sahabat semua terutama yang baru datang untuk segera melakukan proses lapor diri (Atdik dan Konsuler) pada kedutaan besar RI di Paris.

Untuk melakukan proses lapor diri pada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI paris Sahabat dapat melakukannya secara online di : http://atdik-paris.org/pendaftaran/

Dan untuk melapor ke Konsuler KBRI di Paris, dapat dilakukan secara kolektif untuk mendapatkan cap & tandatangan pada halaman Paspor , telah terdaftar di KBRI Paris.

Kedua proses ini sangat penting agar kita mendapat perlindungan maksimal dari Pemerintah Indonesia, dalam hal ini KBRI di Paris sebagai warga negara Indonesia yang sedang melaksanakan pendidikan di Perancis.

Untuk pendaftaran pada laman/situs Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, http://atdik-paris.org/,
sahabat mohon dipersiapkan beberapa file yang perlu:

1. Halaman paspor dengan identitas diri dan Visa dari kedutaan besar Perancis
2. Titre de Sejour atau Lembar OFFI (jika sudah terima, bila belum dapat disusulkan)
3. Surat Tugas dari instansi pemberi beasiswa, untuk yang menggunakan biaya pribadi tidak perlu.

Ketiga berkas diatas berupa file PDF yang tidak terlalu besar ukurannya, agar saat upload menjadi lebih mudah. Bila terjadi penolakan proses upload sebaiknya perhatikan ukuran file dan jenis filenya.

4. Foto , file foto usahakan *.jpg yang tidak terlalu besar dan menampakan seluruh wajah.

Demikian, semoga  sahabat semua menjadi maklum.

NB. Kepada ketua PPI Wilayah, saya mohon dapat menginformasikan hal ini.

Demikian dan terima kasih
 
 
Sumber: Pengumuman PPI Perancis

September 03, 2012

Perjalanan TGV dari CDG (Paris) ke Part-Dieu (Lyon)

Dari Bandara CDG akan menuju LYON maka langkah-langkah yang harus  dijalani:
  1. Untuk meninggalkan bandara menuju tempat tujuan anda dengan menggunakan Kereta/ Train / TGV, yang harus ada lakukan adalah mencari RER/ Paris par train/ Paris by Train bagi Anda yang akan menuju Paris atau  carilah Gare SNCF/ railway station bagi Anda yang akan menuju kota-kota Perancis lainnya. Carilah lokasinya dengan mengikuti petunjuk gambar berikut:


2. Ketika tiba di Bandara CDG (Charles de Gaulle) Paris artinya anda berada dalam Hall ”arrivals” atau kedatangan. Terminal dan nomor Hall sangat tergantung dengan Maskapai yang anda gunakan. Sehingga anda membutuhkan CDGVAL atau Airport Stuttle. Carilah dengan mengikuti petunjuk berikut:
















3. Didalam Airport Stuttle perhatikan stasiunnya dan turunlah pada stasiun yang ada railway nya:







Penunjuk halte-halte yang dilewati oleh Airport Stuttle



4. Untuk naik kereta anda membutuhkan tiket/ billets yang dapat anda beli pada situs resmi perusahaan kereta api Perancis pada SNCF sebelum hari H sehingga anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan menghindari antrian yang panjang. Tiket juga dapat anda beli pada Loket khusus penjualan tiket/ Vente billets grandes lignes atau pada Anjungan Tiket Mandiri/ Mesin otomatis


 

5. Anda akan mendapatkan tiket seperti ini:



6. Yang perlu anda perhatikan pada tiket adalah :
(a) jam keberangkatan → départ 01/09 à 13h 58 artinya kereta anda akan berangkat pukul 13.58 
(b) nomor keretaTGV 5028  artinya kereta yang akan ditumpangi bernomor 5028, 
(c) Kelas kereta → Classe 2 artinya kereta anda kelas 2  
(d) nomor gerbongVOITURE 15 artinya Anda akan naik gerbong nomor 15  
(e) nomor tempat duduk → place Assise 101 artinya tempat duduknya nomor 101  
(f) jam kedatanganarriv à 16h 00 Part Dieu artinya anda akan tiba di Stasiun Part Dieu-Lyon pada pukul 16.00 CET 
(g) jenis tiket anda →  TGV Plein Tarif Loisir-Ech/remb Payant Jour depart artinya tiket anda tarif normal/penuh tanpa diskon yang memberikan fasilitas untuk di tukar (Ech) dan memungkinkan untuk diuangkan kembali pada hari yang sama dengan tanggal keberangkatan (remb Payant Jour depart )
7. Bermodalkan informasi pada tiket tersebut, fokuskan mata anda pada papan informasi keberangkatan Départ, fokuskan pada Nomor TGV dan VOIE atau jalaur kereta. Pada papan informasi tersebut nampak bahwa TGV 5028 Marseille Saint-Charles Voie 4 artinya tujuan utama atau pemberhentian TGV tersebut adalah Marseille Saint-Charles, jangan panik, karena dibawahnya nampak kalau kereta tersebut akan melewati dan berhenti di Part Dieu Lyon.


8. VOIE 4 atau jalaur kereta tersebut berada pada jalur 4 sehingga segeralah untuk mencari jalur 4,
Suasana Jalur 4 kereata di CDG Paris


9. Validasi/ composer tiket anda, pada mesin kuning yang tersedia, kelalaian melakukan validasi dapat membuahkan Denda karena anda dapat diindikasikan akan melakukan penukaran atau menguangkan tiket anda (point  6.g)


10. Setelah anda menemukan Voie-nya, segeralah mencari letak gerbong anda menggunakan mesin penunjuk, artinya gerbong 15 akan terletak pada sektor antara G dan H.. lingkaran Vous êtes ici menunjukkan anda berada disektor C sehingga anda harus segera menuju sektor G dan H.
Mesin penunjuk Posisi gerbong


11. kembali ke langkah Nomor 6.. perhatikan Voiture dan kelasnya.. Angka 2 pada pintu menunjukkan kelasnya dan tulisan Voiture nampak pada jendela kecil didekat pintu.



12. ketika anda masuk kedalam kereta/TGV, letakkan tas bawaan anda pada tempat yang sudah disediakan dan segeralah menuju tempat duduk anda.

Pada Pukul 15.50 atau 10 menit sebelum kereta tiba, Anda segera bersiap-siap untuk mengambil tas dan melakukan antrian untuk turun…
Voila.. et bienvenu à Lyon…
Demikianlah langkah-langkah yang harus dilakukan.. secara garis besar sama untuk yang ke kota lainnya.. namun yang perlu anda ingat kereta hanya akan berhenti “3-5 menit” sehingga anda harus sudah siap dipintu kereta baik pada saat akan masuk dan ketika akan keluar, perhatikan langkah no 7 dst…  pintu kereta akan tertutup secara otomatis jadi keterlambatan adalah sebuah kesalahan fatal karena anda akan tertingggal.
Ditulis oleh: Arie Fitria, Mahasiswi S3 di ENTPE Lyon, anggota PPI Lyon
Link: Klik di sini 

June 11, 2012

Wow, Tari Saman Bikin Warga Prancis Terpukau

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON---Beragam busana tradisional daerah di Indonesia mulai dari Nangroe Aceh Darussalam sampai Papua yang dikenakan remaja Perancis berhasil menarik perhatian penonton Festival La Fete des Bannieres du Monde 2012 yang berlangsung di kota di Lyon, Prancis.

Kontingen Indonesia juga menampilkan keindahan seni tari Serimpi dan tari Piring, karawitan Jawa, atraksi topeng Leak Bali, dan prosesi payung Bali, ujar Minister Counsellor KBRI Paris, Arifi Saiman, Senin.

Kegiatan karnaval budaya menempuh jarak sekitar dua kilometer dari Place de la Bourse di kawasan Hotel de Ville menuju Place Bellecour juga diikuti pemuda-pemudi Perancis pengagum Indonesia, anggota PPI Lyon dan Asosiasi Franco-Indonesienne Lyon.

Para pengunjung yang memadati kawasan jalan tempat berlangsungnya acara karnaval terpukau oleh keunikan, keindahan, dan keragaman pakaian tradisional Indonesia.

Perhatian pengunjung juga tertuju pada tari Saman, suasana riuh dan tepuk tangan para pengunjung terus menggema mengiringi setiap gerakan apik para penari Saman.

Acara festival internasional tahunan ini diikuti 64 negara diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Belgia, Luxembourg, Rusia, Norwegia, Belanda, Swiss, Turki, Portugal, Ceko, Italia, Polandia, Ukraina, Brazil, Afrika Selatan, serta Prancis sebagai tuan rumah.

Inilah kali pertama Indonesia terlibat dalam ajang serupa.

Pada setiap penyelenggaraannya kegiatan ini dilaporkan mampu menarik ribuan pengunjung. Bahkan khusus acara karnaval dan pergelaran seni budaya, disaksikan sekitar 500 ribu pengunjung.

Selama pameran, pengunjung minta informasi mengenai kunjungan wisata ke Indonesia, mulai dari soal visa turis, fasilitas akomodasi dan transportasi lokal, obyek pariwisata dan, masalah keamanan berwisata, sampai dengan soal rute penerbangan dari Prancis ke Indonesia.

Sumber Berita: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/06/11/m5fkoo-wow-tari-saman-bikin-warga-prancis-terpukau

May 20, 2012

Kebersamaan dan Silaturahmi di Lyon


 
 Lebih dari 100 warga Indonesia yang tinggal di Lyon dan sekitarnya menghadiri acara piknik bersama pada Sabtu, 19 Mei 2012 di kawasan Rue Victor Jara, Lyon. Acara ini merupakan kerja sama antara perkumpulan Franco-Indonésiennes (perempuan Indonesia yang menikah dengan WN Perancis) dengan pelajar yang bermukim di Lyon (diwakili oleh PPI Lyon). Acara dimulai pukul 12h hingga 17h dengan Franco-Indo dikomandani oleh Ibu Sari Prayer, sementara para pelajar dikoordinasi oleh Bastian Sentosa, ketua PPI Lyon.
 
Franco-Indo di Lyon sering mengadakan acara piknik bersama dengan PPI Lyon setiap tahunnya.Diantaranya halal bil halal Idul Fitri maupun piknik musim panas.

Keluarga Franco-Indo juga hadir dan berpartisipasi dalam acara Soiree Indonesia yang sudah sukses digelar 21 April 2012 di Kampus ENTPE Lyon.

Dalam acara piknik tersebut ibu-ibu membawa berbagai masakan khas Indonesia seperti opor ayam,sambal tauco,orek tempe,urab,risol,udang goreng,balado udang,balado tempe,balado tahu dan aneka kueh maupun cemilan yang disediakan ibu-ibu.

Selain dari Lyon,keluarga Franco-Indo juga berasal dari daerah sekitar Lyon seperti Saint Etienne,Grenoble,Vienne,Chambery,Valence.Bahkan,seorang mahasiswi yang sedang studi di Milan-Groningan Belanda hadir juga dalam acara tersebut yang berlangsung ramai,penuh kehangatan dan semarak.

Anak-anak keluarga Franco-Indo yang baru mengenal saling bermain akrab satu dengan lainnya.Padahal mereka baru bersua satu dengan lainnya hari itu.

Awalnya acara piknik tersebut akan digelar di Miribel Parc yang merupakan taman kota terluas di Eropa.Sayang,karena cuaca yang tidak mendukung serta diperkirakan hujan,akhirnya acara digelar di kawasan Victor Jara yang bersebelahan dengan Sekretariat PPI Lyon.

Mahasiswa yang tergabung dalam PPI Lyon merasa senang dalam acara tersebut karena dapat menebus rasa kangen dengan masakan Indonesia yang disediakan ibu-ibu yang pastinya lezat dan nikmat.Bahkan,mereka juga dibawakan bungkusan masakan oleh ibu-ibu menjelang bubarnya acara.

Dalam acara tersebut juga dibahas mengenai persiapan acara Karnaval Budaya yang akan dilaksanakan 9 Juni 2012 di Lyon.Bastian Sentosa sebagai Ketua PPI Lyon mengkoordinasikan acara tersebut dengan ibu-ibu Franco-Indo yang juga akan dilibatkan dalam acara tersebut.Keluarga Franco-Indo akan berpartisipasi untuk karnaval baju adat Indonesia.

Begitulah indahnya dan hangatnya kebersamaan serta silaturahmi warga Lyon.Kebersamaan ini akan terus terpelihara dalam tradisi PPI Lyon di kemudian hari.Jika Anda masih penasaran dengan kebersamaan di Lyon,maka wajib rasanya untuk datang ke Lyon.•••

Rakhmat HIDAYAT